The Trial(Proses), Buku yang menghancurkan citra dunia hukum
Judul: The
Trial (Proses)
Penulis: Franz Kafka
Penerjemah: Sigit Susanto
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, Agustus 2016)
Halaman: vi + 251
ISBN-13: 978-602-03-2895-9
Buku ini sebagian besar ditulis oleh Franz ketika ia masih hidup di tahun 1914-1915, dan disempurnakan juga dipublikasikan sahabatnya, Max Brod pada tahun 1925, tahun kematian Kafka. The Trial memang merupakan buku yang sengaja tidak usai dan harusnya tidak dipublikasikan. Namun, Brod melanggarnya dan membuat buku ini mendunia, mendapat penghargaan pada Le Monde's 100 Books of the Century dan nomor kedua di Best German Novels of the Twentieth Century di tahun 1990. Tak ketinggalan, serentetan adaptasi sudah ditayangkan dalam abad ini, berawa dari ketidaksetiaan Max Brod pada Franz.
Kisah novel ini bermula dari seorang manajer bank bernama Josef K yang tiba-tiba dinyatakan sebagai terdakwa pengadilan. Josef K atau K sendiri tidak mengetahui kenapa ia ditangkap. Hal tersebutlah yang membuat K semakin terseret dalam gedung pengadilan.
Selama pengadilan, K tak kunjung mendapat kepastian hukuman, dan kasusnya. Perlahan tapi pasti, K semakin mengenali isi pengadilan di kotanya. Namun, bukan memperdalam kasusnya, K malah menjadi orang yang mengetahui kebobrokan di dalam cabang penghakiman tersebut.
Mulai dari alamat pengadilan yang tidak jelas dan tidak layak, para hadirinnya yang dibayar untuk bertepuk tangan, persidangan yang idak menentukan hasil akhir, dan juga orang-orang dalam pengadilan. K merasa bahwa semakin lama dia terlarut mengurusi isi pengadilan dan orang-orang dibaliknya, ditambah kasusnya yang tak kunjung usai. Josef K akhirnya terlarut terlalu lama dalam pengadilan dan pasrah akan apapun putusan hakim yang awalnya dia menentang ketidakjelasannya.
Buku ini memuat penjelasan sulit dan sudut pandang yang berubah 3 kali sesuai bab. Pada Bab 1 hingga 3 Frans menuliskan dengan sudut pandang orang ketiga tentang mengenali papan yang digunakan hukum yaitu orang-orangnya, tempat peradilan. Sudut pandang ketiga di sini seperti pembaca harus melihat K dan jalan cerita, menempatkan pembaca pada penonton drama.
Baru pada Bab 4 sampai 7, pembaca disodorkan dengan sudut pandang orang pertama untuk mencerna peradilan beserta orang-orang dalam. Penulisan pada Bab-bab ini terkesan lebih baik dari bab 1-3. Penjelasan yang ringkas dan mudah dimengerti lah yang membuat pembaca bisa lebih santai memahami buku terjemahan ini.
Pada bab 8-10 atau terakhir, K semakin semakin bimbang dan despresi terhadap persidangannya. K menjadi orang yang terpengaruh mentalnya, karena ketidak jelasan proses hukum yang dijalani K sendiri. Namun, jangan berharap ending menjadi sesuatu ending memuaskan. Karena, Frans sendiri tidak menulisnya, dijelaskan pada bab 8 jika buku ini tak pernah usai.
Mengambil dari judul buku, The Tial-Proses atau percobaan proses. Penulis mendeskripsikan jika Franz ingin menampilkan cerita tentang suatu percobaan di bidang hukum eropa di masa 1900 an.
Buku ini memuat isi hukum yang menjijikan seperti hukum dapat dipengaruhi orang dalam, kasus tidak jelas, pihak yang yang terlibat hukum seperti pekerjanya ada yang goblok, kasus yang berulang-ulang dan tidak selesai, hingga bahaya berhubungan dengan orang lain pada terdakwa hukum.
Menurut saya buku ini mempunyai ending ketiga atau ending tak terduga. Karena kepenulisan yang tidak selesai, membuatnya seperti itu. ditambah penggambaran hukum secara satire dan tidak gamblang. Hal inilah yang mempengaruhi karya ini dapat banyak apresiasi, karena keunikan kepenulisan Franz Kafka..
Komentar
Posting Komentar