Romantisme dan Prihatin Mochtar Lubis ~ Manusia Indonesia ~ RESENSI
Judul
: Manusia Indonesia (sebuah
pertanggungjawaban)
Penulis
: Mochtar Lubis
Penerbit
: Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Cetakan
: III, Mei 2012
Tebal
: viii+140hlm
Buku ini sangat menarik ketika pertama
kali dibuka. Dimana kita akan dihadapkan pada fakta yang tidak bisa kita
terima. Penggunaan Satire yang
nasionalis juga, diharapkan dapat membuka jalan pikiran manusia Indonesia.
Mochtar Lubis membuat sebuah naskah
ceramah di TMII April 1977 yang akan berujung pada penjilidan buku ini. Juga
disertai fakta lain, yaitu tanggapan tokoh-tokoh terkemuka. Seperti, Sarlito
Wirawan Sarwono, Margono Djojohadikusumo dan Wildan Yatim. Tanggapan ini akan
dijawab langsung oleh Mochtar Lubis pada buku Manusia Indonesia ini.
Manusia Indonesia yang dimaksud adalah
manusia-manusia Indonesia yang mempunyai sifat-sifat buruk. Sifat-sifat itu
akan dijadikan dalam suatu kritik secara tidak langsung pada pembaca juga. Buku
ini juga membuat Open Minded dan siap
menghadapi evolusi juga meninggalkan sifat-sifat buruk.
Akan ada 6 sifat yang diuraikan oleh
Mochtar Lubis dalam buku Manusia Indonesia.
Sifat-sifat ini akan sangat berkaitan satu sama lain. Yaitu :
1.
Munafik
atau Hipokrit
Manusia
Indonesia seringkali
tidak jujur dalam memberi gagasan dan pengemasan ketidaksetujuan yang sangat
rapi.
2.
Enggan
bertanggung jawab
Budaya yang sangat
mengakar dari kalangan atas hingga bawah. Prilaku mengumpankan tanggung jawab
pada yang lain dengan contoh, “Wah saya hanya nurut kata bos” dan dilanjut “Itu
mungkin kesalahan prosedur, saya juga tidak ngerti”. Hingga akhirny hilanglah
nafsu untuk meminta pertanggungjawaban.
3.
Feodalisme
Masih terasa sangat
kuat. Mochtar Lubis menjelaskan bahwa teori ABS (Asal Bapak Senang) adalah
penyakit yang lumrah di Nusantara hingga berubah menjadi Indonesia.
4.
Percaya
Takhayul
Tak bisa dipungkiri.
Mungkin juga masih bisa dilihat dari tetangga anda. Takhayul tak bisa
dipisahkan dengan Manusia Indonesia.
Apabila dipisahkan, bisa saja anda tak perlu sekolah?
5.
Artistik
Pengaruh geografi dan
tingkat sensual yang tinggi menjadikan Manusia
Indonesia sangat menghayati akan peran Indonesia tersendiri.
6.
Lemah
Ketidakmampuan
menhadapi Realitas membuat Manusia
Indonesia hanya bisa berkata “Nriman
ing Pandum”.

Komentar
Posting Komentar