Resensi The Catcher in the Rye

   


     Judul              : The Catcher in the Rye

Penulis          : J. D. Salinger

Penerjemah  : Gita Widya Laksmini

Penerbit         : Banana

Terbit              : Cetakan ketiga, Juni 2015

Tebal              : 296 halaman

         

         Buku yang sangat aneh menurut saya. Dimana cover buku hanya warna putih polos tanpa gambar dan juga berisi tulisan " Mengapa buku ini disukai pembunuh". Dan anehnya lagi buku ini tidak mempunyai kata pengantar. pun juga merupakan buku terbaik sepanjang masa.
     Novel ini bercerita tentang alur hidup Holden Caulfield yang dimana dia beranggapan bahwa semua di dunia ini berlawanan dengannya. Rentetan masalah semakin membuatnya muak dengan apapun yang ia ketahui. Mulai dari dikeluarkan dari sekolah, Teman asrama yang sangat ia benci, hingga kematian adiknya.
a merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya D.B seorang penulis yang kini tinggal di Hollywood. Ia pernah menyebut bahwa D.B adalah seorang pelacur karena sudah menulis hanya demi uang semata. Entahlah apa penyebab Holden bisa berbicara sekasar itu kepada kakaknya. Mungkin karena Holden benci film keluaran Hollywood. Adiknya bernama Phobe. Holden sangat menyukai Phobe. Holden selalu memuji Phobe, karena Ia gadis yang cantik jelita.
     Holden adalah karakter sakit dalam diam di novel tersebut. Dia berulang kali menginginkan segalanya adalah apa yang ia minta. Tetapi, dia hanya bisa diam. Mengumpat segalanya. Singkat cerita, Novel ini sangat tidak jelas. Bagaimana lika liku hidupnya setelah dikeluarkan dari asrama pun tidak diceritakan. 
Buku ini pernah menjadi pemicu kasus pembunuhan John Lennon. The Dakota 8 Desember 1980 John Lennon tewas dibunuh oleh penggemarnya sendiri, Mark David Chapman. Mark menembak Lennon dengan lima kali tembakan, empat tembakan tepat mengenai Lennon, sedang tembakan kelima meleset tidak megenai tubuhnya. Lennon terkapar, lalu Mark menjatuhkan pistolnya dan lanjut membaca novel. Novel yang Ia baca saat itu berjudul The Catcher in the Rye.
      Entah apa yang dipikirkan Mark. Tapi sepertinya saya bisa melihat bahwa Mark sangat benci dengan karakter Holden yang hanya diam saat dia disakiti. Walaupun sebenarnya tidak ada doktrin tentang membunuh orang dalam buku ini.
      Bagi anda yang memang berkarakter sopan dan lembut, tidak disarankan membaca buku ini. Dikarenakan adanya umpatan dan kata-kata kasar didalamnya. Juga karakter Holden yang berlawanan dengan pembaca.
  

Komentar